Masuk Swalayan, UMKM Purworejo Diminta Tingkatkan Kualitas Produk

Jajaran Pemkab Purworejo dan Branch Manager Indomaret area Yogyakarta (kiri) menunjukkan produk UMKM di Indomaret Kantor Pos Alun-alun Purworejo. (Foto: Pemkab Purworejo)

Purworejo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo hingga saat ini memiliki binaan usaha mikreo kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 16 kecamatan. Pada akhir September lalu, sebanyak 24 UMKM Kabupaten Purworejo berhasil menggandeng Indomaret sebagai mitra kerja sama bisnis, dengan ditampungnya produk-produk UMKM di swalayan tersebut. Produk UMKM pun diminta untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asisten II) Sekda Purworejo Boedi Hardjono mengatakan, peluncuran produk UMKM Purworejo di toko modern Indomaret ini diharapkan menjadi solusi dari permasalahan yang kerap dihadapi para pelaku UMKM. Selama ini, UMKM Purworejo memiliki berbagai problem, seperti kesulitan pemasaran, kesulitan masuk pertokoan modern, dan lainnya.

“Saya berharap produk UMKM ini bisa ditempatkan pada wadah yang strategis. Setidaknya di semua toko Indomaret yang ada di Kabupaten Purworejo,” terang Boedi, dilansir dari laman resmi Pemkab Purworejo.

Boedi meminta kepada pelaku UMKM Purworejo agar mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas produk mereka. Dengan begitu, konsumen akan merasa puas, serta dapat meningkatkan citra positif baik bagi pihak UMKM sendiri maupun Indomaret sebagai etalasenya. “Mudah-mudahan kerja sama ini bisa semakin berkembang di masa mendatang dalam rangka pemberdayaan UMKM Purworejo,” imbuhnya.

Sementara itu, Branch Manager Indomaret area Yogyakarta Suharsan menjelaskan, setiap produk yang masuk ke Indomaret harus memiliki kriteria tertentu. Produk UMKM yang masuk harus memiliki izin edar, kemasan aman, dan adanya label halal di setiap produk. “Harus mengikuti aturan pemerintah. Semua harus sesuai aturan, agar kami juga aman dalam memasarkannya,” paparnya.

Suharsan melanjutkan, tidak menutup kemungkinan produk UMKM Purworejo dapat dipasarkan secara nasional di toko Indomaret seluruh Indonesia. Namun demikian, ada syarat lain yang harus dipenuhi, salah satunya produk tersebut memiliki kualitas yang bagus dan bertahan lama. “Adapun produk Indomaret yang dulunya produk UMKM, tetapi sekarang sudah nasional. Semua memungkinkan, tergantung kesiapan UMKM itu sendiri,” kata Suharsan.

Simbiosis Mutualisme Harus Ditingkatkan

Posisi UMKM dipandang sangat vital dalam memperkokoh perekonomian nasional, dilihat dari kontribusi penyerapan tenaga kerja maupun sumbangan peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan harapan bertumbuhnya ekonomi suatu daerah. Diskusi soal UMKM juga tak luput dari perhatian banyak pihak dan departemen, baik departemen koperasi dan UMKM sendiri maupun departemen-departemen terkait seperti perindustrian, perdagangan, dan penanam modal.

Keberadaan UMKM tidak hanya turut mengembangkan berbagai potensi daerah, tapi juga turut mendukung dinamisasi positif perekonomian daerah dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengamat Ekonomi dari Universitas Ciputra Surabaya Christina Whidya Utami menyebutkan, hal terpenting bagi pelaku usaha dalam dunia bisnis ialah konsistensi. Dirinya menjelaskan, jangan sampai pedagang tidak konsisten dalam menjual produknya, karena mereka bisa kehilangan pembeli.

Selain itu, menurutnya, penting untuk melakukan kerja sama antar-UMKM. Christina melihat selama ini UMKM cenderung bekerja sendiri-sendiri, sehingga akan kewalahan apabila ada permintaan dalam jumlah besar. Di era industri 4.0 sekarang ini, pelaku bisnis perlu membentuk keterbukaan antarkomunitas dan menjalin kerja sama untuk merespon perubahan.

“Pelaku bisnis harus disiplin, kreatif, berpikir terbuka, memahami kemampuan, dan no drama,” tegasnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa simbiosis mutualisme antarusaha harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Setelah kemitraan terealisasi, pengusaha bisa menjalankan kemitraan dengan skema business to business, dengan prinsip saling memberi manfaat dan keuntungan.

“Jika toko swalayan telah menampung produk-produk UMKM lokal, maka UMKM perlu memelihara kualitas dan kontinuitas produk mereka,” imbuhnya.

Add Comment