Gunakan Siskeudes 2.0, Tata Kelola Dana Desa Lebih Akuntabel dan Transparan

Workshop Sistem Tata Kelola Keuangan Desa Dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0, yang diadakan oleh BPKP DIY, di Pendopo Kabupaten Purworejo, pada Rabu (20/11/19). (Foto: Pemkab Puworejo)

Purworejo – Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0 dapat memudahkan pengelolaan bantuan keuangan untuk desa, agar lebih akuntabel dan transparan. Hal tersebut disampaikan di Workshop Sistem Tata Kelola Keuangan Desa Dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0, oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Workshop tersebut bertempat di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (20/11/19).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Pokja Siskeudes di Kabupaten Purworejo. Kepala Perwakilan BPKP DIY, Slamet Tulus W., menjelaskan dengan Siskeudes 2.0 ini pengelolaan bantuan keuangan untuk desa bakal lebih akuntabel dan transparan, dimana semua bukti transaksi memakai format baku.

“Semoga dengan sistem ini bisa memudahkan pengelola bantuan keuangan desa,” jelas Slamet dalam laman resmi Pemkab Purworejo.

Slamet juga menambahkan, sistem akuntansi itu dapat membantu pencatatan semua transaksi dan menghindari pengguna anggaran salah dalam membukukannya.  Adanya versi terkini, menurutnya operasional sudah dibuat mudah dan juga cepat dipelajari.

Tanggung Jawab yang Besar

Dilansir dari laman resmi Pemkab Purworejo, Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyampaikan bahwa Kepala Desa memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertanggungjawabkan semua kewenangan dan pengelolaan dana yang akan dilakukan, baik kepada masyarakat maupun lembaga yang berwenang memeriksa penggunaan keuangan negara.

“Sehingga penggunaan anggaran tersebut harus transparan, akuntabel dan hasilnya benar-benar bermanfaat sesuai peruntukannya”, tegas Wabup.

Wabup juga berpesan kepada para kepala desa, agar lebih bersikap hati-hati, tertib, disiplin, dan transparan, agar pelaksanaan kegiatan sesuai mekanisme dan batas waktunya.

Ia juga berharap dengan Siskeudes versi 2.0, diharapkan lebih bisa berfungsi sebagai alat bantu bekerja, untuk memudahkan dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa yang cukup berat, karena sudah setara dengan pengelolaan keuangan daerah.

Add Comment