Pelatihan Bagi Warga Kampung Pramuka Guna Asah Kreativitas dan Ketrampilan

Pelatihan Kampung Pramuka yang dihadiri Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti (tengah), pada Minggu (10/11/2019). (Foto: Pemkab Puworejo)

Plaosan, Purworejo – Pramuka Kwarcab Purworejo mengadakan pelatihan kepada warga Kampung Pramuka guna mengasah kretivitas dan ketrampilan. Pelatihan yang bertajuk kewirausahaan itu dilaksanakan di rumah Ketua Kampung Pramuka, RW 17 Plaosan, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo yang dimanfaatkan sebagai sekretariat Kampung Pramuka, pada Minggu siang (10/11/2019).

Pada pelatihan yang memfokuskan pada pemanfaatkan sampah dapur sebagai bahan untuk membuat pupuk kompos cair itu, dihadiri pula oleh Wakil Bupati Yuli Hastuti. Ia mengapreasi Kampung Pramuka yang sudah 4 tahun eksis dan diharapkan akan semakin maju yang membawa warganya sejahtera dan mandiri.

“Tentu kegiatan pelatihan kewirausahaan ini sangat bermanfaat dan juga merupakan terobosan untuk bisa meningkatkan sumberdaya manusia dalam mengelola potensi yang ada dilingkungannya. Saya berharap kegiatan seperti ini atau sejenisnya dapat juga diterapkan di kampung-kampung lain,” ucap Wabup dalam laman resmi Pemkab Purworejo.

Ia juga menambahkan melalui pelatihan, diharapkan kretivitas dan ketrampilan warga di bidang kewirausahaan dapat mengubah cara orang hidup, pola pikir dan perilaku masyarakat. Oleh karena kewirausahaan menjadi topik pikiran dalam setiap percakapan yang terkait dengan pendidikan atau isu-isu ekonomi.

Kampung Pramuka Terus Berkembang

Sementara itu, dilansir dari laman resmi Pemkab Purworejo, Ketua Kampung Pramuka, Istiharto mengungkapkan bahwa Kampung Pramuka terus berupaya untuk berkembang. Sejak dicanangkan 4 tahun lalu, warga kampung Pramuka terus mengasah ketrampilan dengan membuat aneka makanan ringan dan kue, membudidayakan tanaman obat-obatan, sayuran, cabe, dan buah dipekarangan, hingga selalu mengikuti pameran yang diseleggarakan pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan untuk terus menghidupkan Kampung Pramuka sebagai kampung yang berkreatif. Menurutnya pelatihan tersebut akan dijadikan sebagai bekal usaha untuk mengikuti perkembangan bisnis, dan semakin mengembangkan potensi yang ada, termasuk dalam berwirausaha.

“Kami juga sudah membuat pupuk kompos dan pengelolaan sampah, meskipun skupnya masih kecil. Recananya kedepan kami ingin membayar pajak dari hasil pengleolaan sampah,” pungkas Istiharto.

Add Comment