Songsong Tahun 2020, Purworejo Terima Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Kabupaten Purworejo mendapatkan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 1,8 triliun. (Foto: Pemkab Puworejo)

Purworejo – Guna menyambut tahun anggaran 2020, Pemerintah Provnsi Jawa Tengah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Anggaran Dana Transfer Daerah. Penyerahan secara simbolis  dilakukan oleh Gubernur Jateng kepada pimpinan lembaga/kementerian/instansi vertikal di wilayah Provinsi Jateng, serta bupati/walikota penerima anggaran dana transfer daerah, di Semarang, Senin (25/11/19).

Pada momen tersebut, Kabupaten Purworejo mendapatkan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 1,8 triliun. Bupati Purworejo Agus Bastian, hadir dalam penyerahan anggaran tersebut.

Sebelum dilaksanakan penyerahan DIPA, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng Sulaimansyah, memaparkan capaian total persentase realisasi belanja kementerian/lembaga dan dana transfer serta dana desa hingga per 20 November 2019.

Diungkapkan Sulaimansyah bahwa untuk total realisasi belanja kementerian/lembaga tercatat sebesar 73 persen, adapun realisasi pengunaan alokasi dana transfer mencapai 80 persen.

Ia berharap kepada Pemda untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan jangan sampai tersangkut masalah hukum. Dan mengelola anggaran secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan. “Gunakan dana itu dengan tatas, tetes dan titis,” ujar Sulaimansyah dalam laman resmi Pemkab Purworejo.

Segera Direalisasikan

Dilansir dari laman resmi Pemkab Purworejo, pada kesempatan tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyampaikan pesan kepada para pimpinan daerah tingkat kabupaten yang menerima bantuan dana transfer daerah untuk pembiayaan dana desa agar segera direalisasikan guna percepatan pembangunan didaerah sesuai pesan Presiden Jokowi.

“Jangan takut menggunakan dana desa, pemerintah pusat sedang berupaya menyederhanakan regulasi-regulasi yang saling tumpang tindih, namun tetap harus sesuai aturan,” tegas Ganjar.

Lebih lanjut dengan akan berakhirnya tahun anggaran 2019, tentunya harus terus dilakukan evaluasi dan peninjuan kembali terkaitan pelaksanaannya. Khususnya terkait prioritas dan kualitas belanja pemerintah sepanjang tahun angaran 2019.

Dan disampaikan pula bahwa untuk tahun 2020  ke depan, mengingatkan besarnya alokasi dana desa maka diharapkan para bupati/walikota agar mengoptimalkan penggunaan dana desa dan meningkatkan alokasi dana desa dari tahun sebelumnya.

“Kalau dana desa ini bisa dikelola secara optimal saya percaya pembangunan di Jateng akan terlihat, mengingat besarnya alokasi dana desa yang dianggarkan pemerintah pusat ke daerah,” ungkap Gubernur.

Add Comment