Bupati Purworejo Adakan Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan

Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2019-2020 yang diadakan di Pendopo Kabupaten Purworejo, pada Rabu (4/12/19). (Foto: Pemkab Puworejo)

Purworejo – Bupati Purworejo, Agus Bastian, mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2019-2020 di Pendopo Kabupaten Purworejo, pada Rabu (4/12/19). Rakor tersebut bertujuan untuk meningkatikan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama menghadapi musim penghujan yang dimungkinkan akan terjadi pada Desember ini atau Januari mendatang.

Bupati, dalam arahannya meminta masyarakat untuk tetap siaga dan melakukan upaya pencegahan untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana. Ia juga menyampaikan meski hujan sudah terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo dalam intensitas ringan, namun diharapkan masyarakat tetap harus waspada.

“Kabupaten Purworejo yang termasuk berpotensi bencana, maka dibutuhkan pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Agus dalam laman resmi Pemkab Purworejo.

Bupati menambahkan, dalam bulan pancaroba dari perubahan musim kemarau ke musim hujan ini biasanya terjadi bencana tanah longsor, banjir, puting beliung, dan bencana lainnya. Maka rakor kesiapsiagaan menghadapi musim hujan ini dirasa sangat penting guna menyiapkan langkah menghadapi potensi bencana.

Rakor diikuti sekitar 500 peserta dari unsur perangkat desa, Polsek, Koramil, dan perwakilan komunitas relawan se-Kabupaten Purworejo. Pada rakor itu bupati juga menyerahkan bantuan tiga unit perahu fiber kepada tiga kecamatan yakni Purwodadi, Bagelen, dan Butuh. Ketiganya merupakan daerah rawan bencana banjir, sehingga bantuan perahu fiber sangat dibutuhkan.

Berbagai Upaya Terus Dilakukan

Bupati juga menambahkan, Pemkab Purworejo terus berupaya setiap tahunnya dalam melakukan antisipasi datangnya musim hujan. Disamping bantuan perahu fiber, juga kesiapan sumberdaya manusia, anggaran, peralatan, dan logistik.

Demikian juga penanganan pasca bencana dalam kurun waktu sekitar 3 tahun ini, dilakukan pembangunan infrastruktur yang rusak karena bencana. Di antaranya rekonstruksi sebanyak jembatan di lereng Desa awu-awu dan rekonstruksi talud jalan di Desa Durensari. Sedangkan perbaikan rumah rusak sejumlah 54 rumah yang tersebar di 21 desa, di 10 kecamatan.

Terkait bencana kekeringan tahun ini Pemerintah Kabupaten Purworejo telah mendistribusikan 3200 tangki atau 16 juta liter air bersih yang disalurkan ke 68 desa kelurahan. Bahkan saya memperpanjang kebijakan penanganan keadaan darurat kekeringan dengan menambah alokasi anggaran untuk bantuan air bersih, mengingat musim hujan belum merata.

“Upaya ini semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat. Kita semua harus ihtiar, untuk keselamatan masyarakat. Diharapkan masyarakat tetap tenang, tidak panik tapi tetap waspada,” pungkasnya.

Add Comment