Wujud Program Pencegahan Stunting, RSU Ananda Luncurkan Kipas Edukasi

Peluncuran Kipas Edukasi oleh RSU Ananda Purworejo sebagai salah satu upaya untuk program pencegahan stunting. (Foto: Pemkab Puworejo)

KALIMIRU, Bayan – Upaya menangani permasalahan stunting (kerdil pada anak) memang telah menjadi perhatian bagi berbagai pihak. Selain pemerintah juga pihak swasta, seperti yang dilakukan Rumah Sakit Umum (RSU) Ananda Purworejo yang meluncurklan Kipas Edukasi sebagai salah satu upaya untuk program pencegahan stunting.

Kipas Edukasi merupakan media informasi yang berisi berbagai informasi mengenai stunting. Pada peluncuran tersebut, RSU Ananda juga mengadakan bakti sosial (Baksos) yang berlangsung di Balai Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, (26/11/19).

Direktur RSU Ananda Purworejo, Annisa Fitriani mengatakan, untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dan Pemkab Purworejo dalam gerakan pencegahan stunting, tim penelitian RSU Ananda Purworejo mencoba membuat sebuah inovasi dalam bentuk media edukasi yang dapat diterapkan di masyarakat sekitar secara mudah dan efisien, salah satunya berupa Kipas Edukasi.

“Kipas Edukasi yang kami luncurkan pada kegiatan baksos ini merupakan produk pertama, dan berisi informasi mengenai penyebab stunting hingga langkah pencegahan stunting sesuai dengan materi penyuluhan yang kami berikan pada baksos. Dengan harapan masyarakat akan lebih mudah memahami,” jelasnnya dalam laman Pemkab Purworejo.

Diharapkan Jadi Solusi

Anisa juga menambahkan, sudah banyak media promosi kesehatan maupun kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan stunting, namun bukti di lapangan menunjukkan bahwa ketercapaian pengetahuan warga mengenai isu kesehatan masih belum mencapai target, sehingga Kipas Edukasi diharapkan bisa menjadi sebuah solusi.

“Kami mengambil bentuk media berupa kipas karena kipas adalah alat yang penggunaannya dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat dapat lebih memahami materi edukasi tersebut karena setiap hari terpapar dengan media edukasinya,” jelasnya.

Menurutnya, penyuluhan mengenai stunting dimaksudkan agar tidak hanya ibu saja yang memperhatikan perkembangan kehamilannya, namun suami dan juga keluarga terdekat lainnya dapat turut berperan dalam menjaga kondisi kehamilan. Pasalnya, stunting sangat dipengaruhi oleh seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari dalam kandungan. Bila ibunya sehat, baik secara jasmani maupun rohani, maka janinnya juga sehat.

“Maka pentingnya, keluarga tahu apa saja yang harus dilakukan maupun yang dihindari selama kehamilan. Makanan apa yang baik dikonsumsi, kegiatan apa saja yang dapat membantu pengoptimalan pertumbuhan janin, dan lain-lain. Jangan sampai ibu hamil kurang gizi atau bahkan stress, karena bisa memengaruhi janinnya juga,” pungkas Annisa.

Add Comment