Bupati Purworejo Perbolehkan Lokasi KAS Dijadikan Tempat Wisata

Bupati Purworejo Agus Bastian, saat melihat langsung lokasi Keraton Agung Sejagad di Desa Pogung Juru Tengah Bayan Purworejo, Senin (20/1/2019). (Foto: Pemkab Purowrejo)

Pogung Juru Tengah – Bupati Purworejo Agus Bastian, memperbolehkan jika warga desa Pogung Juru Tengah ingin menjadikan tempat Keraton Agung Sejagad (KAS) yang kasusnya viral di media itu menjadi destinasi wisata. Namun hal itu dapat dilakukan jika persoalan hukum telah selesai dan tempat itu sudah tidak menjadi barang bukti pihak yang berwajib. Hal tersebut disampaikan Bupati saat melihat langsung lokasi KAS di Desa Pogung Juru Tengah Bayan Purworejo, Senin (20/1/2019).

“Kalau nantinya di sini menjadi tempat wisata yang baru. Bahwa di sini pernah ada KAS, keraton abal-abal yang viral itu. Ya tidak apa-apa. Ini juga sangat menguntungkan bagi warga sekitar,” kata Bupati dalam laman resmi Pemkab Purworejo.

Dirinya juga berharap pihak desa setempat dapat memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan wisata. Namun tentunya memerlukan izin dari pemilik lahan, karena lahan tempat KAS tersebut milik pribadi bukan milik desa.

“Misalnya parkir, kan sudah ada pemasukan bagi warga yang dikelola karang taruna. Bagi masyarakat yang berjualan juga membawa dampak ekonomi,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta kepada media, agar tidak terus membesar-besarkan hal-hal negatif saja dari kasus ini. Namun dapat juga memberitakan dari sisi positifnya.

“Kalau media hanya mem-blow up adanya unsur penipuan atau hal yang negatif saja. Ya viralnya ini tidak bermanfaat buat Purworejo. Tetapi kalau pernah ada sesorang yang melakukan kegiatan nguri-uri budaya misalnya, saya kira juga baik-baik saja,” ujarnya.

Namun, dirinya juga tidak memungkiri bahwa apa yang dilakukan Totok Santoso selaku raja KAS mengandung unsur perbuatan melawan hukum. Jika saja perbuatan melawan hukum seperti menarik biaya dan sebagainya, tentunya akhirnya akan menjadi baik.

“Jika Totok Santoso benar-benar membuat suatu kegiatan budaya, tentu sangat baik bagi Purworejo, apalagi menyambut Kunjungan Wisata Tahun 2020 membutuhkan banyak destinasi wisata,” tandasnya.

Purworejo Mempunyai Sejarah Panjang

Dikatakan, Purworejo mempunyai sejarah yang panjang, karena Purworejo merupakan bagian dari kerjaan Mataram kuno yang dulu disebut wilayah Dulangmas (Kedu, Magelang, Banyumas).

Terkait penangan korban KAS, Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan pemulihan psikologis para korban. Menurut data, ada sekitar 60 orang warga Purworejo yang manjadi korban.

“Pemkab telah menyiapkan pendampingan kepada meraka agar tidak malu, juga agar mereka dapat mengiklaskan harta yang ditipu. Dalam waktu dekat juga akan ada rapat keamanan teritorial dengan Forkopimda di desa ini,” ungkapnya.

Terkait pendampingan para korban yang tertipu KAS, Pemkab siap melakukan pendampingan hukum jika memang diperlukan.

“Kita juga siap mendampingi para korban jika membutuhkan pendampingan hukum. Kita ingin melindungi masyarakat Purworejo,” pungkasnya.

Add Comment