Bendungan Tertinggi Indonesia Dibangun di Purworejo, Bakal Jadi Lokasi Wisata

Progres pembangunan Bendungan Bener. (Foto: Pemkab Purworejo)

Bener – Bendungan Bener dengan ketinggian sekira 159 meter, panjang timbunan 543 meter, dan lebar bawah sekitar 290 meter tengah dibangung di Kabupaten Purworejo. Bendungan yang digadang-gadang akan menjadi yang tertinggi di Indonesia ini nantinya bakal dijadikan lokasi wisata.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pemkab Purworejo, progres pembangunan bendungan hingga saat ini sudah menyelesaikan pengukuran seluas 3.457 bidang tanah. Appraisal tahap 1 telah menyelesaikan 1.452 bidang tanah; appraisal tahap 2 mengalami gagal lelang pada 2.085 bidang tanah; appraisal tahap 3 sebanyak 325 bidang tanah; dan appraisal tahap 4 sebanyak 1.770 bidang tanah sedang dalam proses lelang, diperkirakan selesai Maret 2020.

Sedikitnya, delapan desa di Kabupaten Purworejo akan terdampak langsung proyek ini. Adapun tujuh desa berada di Kecamatan Bener, yakni Wadas, Bener, Kedung Loteng, Nglaris, Limbangan, Guntur, dan Karangsari. Sedangkan satu desa lainnya berada di Kecamatan Gebang, yakni Desa Kemiri.

Pembangunan Bendungan Bener menjadi salah satu megaproyek yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat dan daerah, karena disamping akan menjadi lokadi wisata, bendungan tersebut nantinya juga akan menjadi salah satu sumber air untuk memenuhi keperluan masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Bendungan irigasi ini akan mengairi sawah-sawah di wilayah tersebut. Bendungan juga berfungsi sebagai suplai air baku untuk keperluan rumah tangga hingga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Air dalam bendungan nantinya akan digunakan untuk melayani area irigasi seluas 15.519 hektare serta suplaiair baku sebesar 150 liter per detik untuk Kabupaten Purworejo, Kebumen, dan Kulonprogo. Selain itu, bendungan juga akan difungsikan PLTA untuk menyuplai energi listrik sebesar 6 MW.

“Bendungan juga akan menjadi lokasi wisata, area perikanan, dan konservasi DAS Bogowonto bagian hulu. Pembangunan dimulai 2018,” kata Kepala Satker Bendungan Bener dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Amos Sangka.

Bendungan untuk Mengendalikan Banjir

Dijelaskan Kepala Bidang Pelaksanaan BBWSSO, Modista Tandi Ayu, bahwa studi tentang Bendungan Bener sudah dilakukan sejak 2003 dan mempertimbangkan banyak hal, antara lain lingkungan, daerah aliran air, daya dukung tanah, termasuk topografi.

“Air yang ditampung ke situ sebenarnya air yang akan terbuang ke laut. Air hujan, air yang menyebabkan banjir itu, disimpan ke bendungan, baru setelah itu kita bagi. Bisa untuk Jogja, Kulon Progo, dan Purworejo. Dengan ketinggian bendungan itu juga bisa membuat pembangkit listrik,” ujarnya.

Selain itu, kata Modista, termasuk mencegah banjir ke Kulon Progo. “Kalau bikin bendungan kan multifungsi. Bikin bendungan untuk menampung air, menimpan air, supaya air tidak lolos ke laut, pengendalian banjir, konservasi air, untuk listrik, air baku, irigasi. Fungsinya banyak sekali,” tambahnya.

Modista meneruskan, fungsi lainnya dari Bendungan Bener yaitu untuk memenuhi kebutuhan air bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang sedang dibangun di Kulon Progo. “Pembangunan bendungan itu belum merata. Memang sudah ada yang dibangun, yang belum dibangun sudah dipetakan. Misal, di Kebumen kan tidak harus dialirkan ke Purworejo karena mempertimbangkan topografi. Termasuk memenuhi kebutuhan YIA,” ujarnya.

Ia menyebutkan, YIA lebih membutuhkan pasokanair bendungan itu dibandingkan tenaga listrik. “Untuk air, YIA membutuhkan 200 liter per detik, 300 liter per detik kalau tak salah untuk Kebumen. Sisanya untuk Purworejo,” papar Modista.

Add Comment