Kasus Pewarnaan Cabe Belum Ada di Purworejo

Bupati Purworejo saat melakukan monitoring di sejumlah pasar di wilayah kabupaten Purworejo. (Foto: Pemkab Purworejo)

Pituruh-Tim yang dibentuk Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo melakukan monitoring di sejumlah pasar di wilayah Purworejo. Monitoring dilakukan setelah ditemukannya kasus pewarnaan cabe di sejumlah daerah dengan menggunakan pewarna cat untuk menaikkan harga jual.

Monitoring dilakukan di sejumlah pasar diantaranya Pasar Kutoarjo, Pituruh, Grabag, Baledono, Suronegaran, Kaliboto dan Pasar Jenar. Monitoring dipimpin Kepala DPPKP Wasit Diono didampingi oleh Kepala Bidang Pangan, Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan serta Pengawas Mutu pada dinas terkait.

Dari hasil monitoring, secara organoleptik, seluruh pasar yang di pantau, Tim PMHP tidak menemukan kasus cabe yang diberi pewarna cat.

“Kami juga memantau terdapat selisih antara harga jual cabe yang hijau dan merah sekitar Rp. 20.000,” ungkap Wasit Diono.

Pada monitoring ini juga dilakukan edukasi kepada pedagang pasar, agar menjaga kualitas produk yang dipasarkan.

“Apabila menemukan hal mencurigakan, diminta untuk melaporkan kepada kepala pasar setempat atau polsek terdekat,” katanya.

Menerapkan Prokes

Sementara itu Bupati Purworejo, RH Agus Bastian menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan jelang perayaan natal dan libur akhir tahun. Masyarakat diminta untuk tidak merayakan akhir tahun baru dengan menggelar acara yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhemat, jaga kesehatan, jaga jangan berada di kerumunan. Dalam menyambut tahun baru nanti tidak perlu ada arak-arakan atau kerumunan. Semuanya tinggal dirumah saja, rayakan bersama keluarga,” imbuhnya.

Add Comment