Keuangan Purworejo Tahun 2022 Ditargetkan Mencapai Rp. 2,3 Triliun

Bupati Purworejo RH Agus Bastian saat membuka forum konsultasi publik dan pembukaan Musrenbang. (Foto: Pemkab Purworejo)

Bagelen-Bupati Purworejo RH Agus Bastian membuka forum konsultasi publik dan pembukaan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual di Command Center.

Pembukaan Musrenbang ini menjadi awal dari serangkaian proses perencanaan pembangunan daerah 2022 selama dua bulan kedepan. Rangkaian proses perencanaan selanjutnya adalah pelaksanaan Musrenbang Kecamatan, Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat daerah serta diakhiri penutupan Musrenbang pada bulan Maret.

Forum ini diikuti Forkopimda, Pimpinan DPRD, Kepala Bappeda Provinsi, Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Pejabat instansi vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD, Pimpinan Perguruan Tinggi, tokoh agama dan masyarakat, Orpol, Ormas, Organisasi Profesi, serta LSM.

Pada kesempatan tersebut Agus Bastian berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan beberapa forum yang telah disiapkan, untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi akan semakin berat apalagi ditengah masih mewabahnya pandemi Covid-19.

Dikatakannya, terdapat lima isu strategis pembangunan daerah Kabupaten Purworejo tahun 2021-2026. Yakni pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kebencanaan dan pelestarian lingkungan, kualitas SDM dan tata Kelola kelembagaan.

“Berdasarkan isu-isu tersebut, tema perencanaan pembangunan Kabupaten Purworejo tahun 2022 adalah mewujudkan Purworejo berdaya saing melalui percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan infrastruktur,” katanya.

Sedangkan, lanjutnya, sasaran makro pembangunan daerah Kabupaten Purworejo tahun 2022 yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 3,93 – 5,2%, indeks pembangunan manusia sebesar 73,70, angka kemiskinan dari 11,42 – 10,27%. Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,5, inflasi sebesar 3,0+-1, dan nilai tukar petani sebesar 103,56.

Target Rp 2,3 Triliun

Ia mengungkapkan potensi kemampuan keuangan daerah tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp 2,3 triliun. Jumlah itu bersumber dari PAD, dana perimbangan, lain-lain pendapatan daerah yang sah dan penerimaan pembiayaan.

“Kami yakin, dengan kerja keras dan kesungguhan kerja kita serta kontribusi seluruh masyarakat melalui berbagai aktifitas ekonomi, target tersebut akan dapat dicapai yang pada akhirnya terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Purworejo,” katanya.

Ia mengingatkan agar pembangunan yang dilakukan kedepan adalah pembangunan yang berkelanjutan, dengan begitu, akan membawa implikasi pembuatan program pembangunan yang memfokuskan pada dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan secara seimbang.

“Saya berharap, dalam penyusunan RKPD tahun 2022 agar inovatif dan mengarah pada perubahan untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan peluang kedepan,” imbuhnya.

Add Comment