Pasca Tahun Baru, Harga Sayur Mayur Naik

Bupati Purworejo H Agus Bastian saat meninjau salah satu pasar di Kabupaten Purworejo. (Foto: Pemkab Purworejo)

Banyuurip-Memasuki tahun 2021 harga berbagai jenis sayur-mayur seperti cabai mengalami kenaikan tajam dibanding seminggu sebelum tahun baru. Begitu juga dengan kubis (kol) dan sawi hijau (cesim) juga mengalami kenaikan signifikan.

Seperti dituturkan Eko, pemilik kios Lestari, cabai hijau atau yang ngetren dengan sebutan lombok ijo mengalami kenaikan harga 50% dari semula Rp 21.000 menjadi Rp 32.000.

Cabai lalap tak mau kalah, ikut naik juga. Semula Rp 30.000 perkilogram pada 20 Desember, sekarang menjadi Rp 48.000/kg. Itu berarti cabai yang dijadikan teman makan aneka gorengan itu mengalami lonjakan 60%.

Adapun cabai rawit mengalami lonjakan harga paling “pedas” yakni hingga 70 %, dari semula Rp 40.000/Kg lalu naik jadi Rp 55.000/Kg dan sekarang naik Rp 13.000 sehingga menjadi Rp 68.000/Kg.

Harga sayuran yakni kubis dan sawi hijau (cesim) juga mengalami kenaikan. Eko menuturkan, harga kubis sekarang mencapai Rp 11.000/kg dari sebelumnya yakni Rp 8.500 atau naik sekitar 30%.

Disiplin Menerapkan Prokes

Sementara itu secara terpisah, Bupati Purworejo H Agus Bastian mengingatkan kepada seluruh pedagang pasar di Kabupaten Purworejo agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Para pedagang wajib pakai masker, agar tetap dapat berdagang. Pedagang juga harus sadar dan mengingatkan pembeli yang tidak memakai masker. Mulai sekarang tidak boleh masuk pasar kalau tidak pakai masker,” tegasnya didepan para pedagang.

Bupati meminta agar terus mengingatkan warganya agar tetap tertib menjalankan protokol kesehatan. “masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik ketika beraktifitas diluar rumah,” jelasnya.

Add Comment