Pembangunan Bendungan Bener Akan Berfungsi Sebagai Pengendali Banjir

Pembangunan Bendungan Bener terus di kebut. (Foto: Pemkab Purworejo)

Bener-Pembangunan Bendungan Bener, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN), saat ini terus dikebut pembangunannya.Bendungan ini akan menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian waduk sekitar 159 meter, panjang timbunan 543 meter, dan lebar bawah sekitar 290 meter.

Sedikitnya, delapan desa di Kabupaten Purworejo akan terdampak langsung proyek ini. Adapun tujuh desa berada di Kecamatan Bener, yakni Wadas, Bener, Kedung Loteng, Nglaris, Limbangan, Guntur, dan Karangsari. Sedangkan satu desa lainnya berada di Kecamatan Gebang, yakni Desa Kemiri.

Pembangunan Bendungan Bener menjadi salah satu megaproyek yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat dan daerah, karena bendungan tersebut nantinya akan menjadi salah satu sumber air untuk memenuhi keperluan masyarakat Purworejo dan sekitarnya.

Bendungan irigasi ini akan mengairi sawah-sawah di wilayah tersebut. Bendungan juga berfungsi sebagai suplai air baku untuk keperluan rumah tangga hingga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dijelaskan Kepala Bidang Pelaksanaan BBWSSO, Modista Tandi Ayu, bahwa studi tentang Bendungan Bener sudah dilakukan sejak 2003 dan mempertimbangkan banyak hal, antara lain lingkungan, daerah aliran air, daya dukung tanah, termasuk topografi.

“Air yang ditampung ke situ sebenarnya air yang akan terbuang ke laut. Air hujan, air yang menyebabkan banjir itu, disimpan ke bendungan, baru setelah itu kita bagi. Bisa untuk Jogja, Kulon Progo, dan Purworejo. Dengan ketinggian bendungan itu juga bisa membuat pembangkit listrik,” ujarnya.

Mencegah Banjir

Selain itu, kata Modista, termasuk mencegah banjir ke Kulon Progo. “Kalau bikin bendungan kan multifungsi. Bikin bendungan untuk menampung air, menimpan air, supaya air tidak lolos ke laut, pengendalian banjir, konservasi air, untuk listrik, air baku, irigasi. Fungsinya banyak sekali,” tambahnya.

Modista meneruskan, fungsi lainnya dari Bendungan Bener yaitu untuk memenuhi kebutuhan air bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang sedang dibangun di Kulon Progo.

“Pembangunan bendungan itu belum merata. Memang sudah ada yang dibangun, yang belum dibangun sudah dipetakan. Misal, di Kebumen kan tidak harus dialirkan ke Purworejo karena mempertimbangkan topografi. Termasuk memenuhi kebutuhan YIA,” ujarnya.

Ia menyebutkan, YIA lebih membutuhkan pasokanair bendungan itu dibandingkan tenaga listrik. “Untuk air, YIA membutuhkan 200 liter per detik, 300 liter per detik kalau tak salah untuk Kebumen. Sisanya untuk Purworejo,” papar Modista.

Perhatikan Wajib Warganya

Meskipun pembangunan Bendungan Bener menjadi kewenangan pemerintah pusat, namun Pemda Purworejo tidak tinggal diam terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat. Pihak pemda akan tetap memperhatikan nasib warganya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap keluh kesah warga terkait pembangunan tersebut.

“Saya selaku pemangku kepentingan di Kabupaten Purworejo sangat aware untuk memperhatikan masyarakat saya, warga Purworejo. Tanpa disuruh, saya akan melakukan apa yang diinginkan rakyat. Dalam persoalan ini, saya sudah berusaha dan tidak tinggal diam,” tegas Bupati.

 

Add Comment